Seorang teman menjelaskan kepadaku, kondisi asmaranya
yang sedang dalam keadaan kurang menyenangkan, bagiku perjalanan asmara yang
mereka jalani itu cukup menarik, penuh dengan dinamika dan mereka mampu
melewati semua persoalan yang menghadangnya dari berbagai arah.
Panjang cerita yang temanku sampaikan, namun ada satu
kata-kata menarik yang keluar dan mulutnya, kawanku menjelaskan tentang
Personal Message (PM) yang selalu ia
gunakan dalam minggu-minggu ini di handphone blackberry nya. Dia sebut sebagai “petualangan
semiologi”.
Aku sempat sedikit berpikir ketika awalnya aku melihat
PM yang dia gunakan, tapi aku tak ingin menanyakannya. Hingga suatu hari dia
menjelaskan alasannya menggunakan bahasa “petualangan semiologi” dalam kisah
asmaranya.
Aku ingin membahasnya dalam tulisan ku kali ini, diawali
dengan definisi semiologi yang paling umum adalah ilmu tentang tanda (berasal dari bahasa Yunani semeîonn yang berarti
“tanda”). Nama ini diusulkan oleh Ferdinand de Saussure dalam Cours de
lingusitique générale.
Bagiku, semiologi yang temanku maksud adalah seputar
kekasihnya. Mencoba membaca tanda-tanda atau gejala lain dari hubungan yang sedang
dia jalankan saat ini. apakah yang sedang terjadi dengan kekasihnya, perubahan
demi perubahan sempat terlihat dengan mata kepalanya sediri, lalu apa yang
harus dia lakukan?
Yahahaha, dilema yang berkepanjangan. Aku pikir hanya
aku yang melakukan hal ini kepada seorang wanita.
mereka tak pernah melibatkan Tuhan dalam memilih seorang wanita. Entah kenapa aku
selalu terpikir bahwa “ada keterlibatan Tuhan didalamnya, ketika anda
menyatakan perasaan anda kepada seseorang”.
Itulah yang aku yakini, saat ini aku katakan dengan
jujur. Bahwa aku menginginkan satu penyatuan dengannya, dengan seorang
gadis yang kuat, pintar, mandiri dan terbuka.
Ya, itu saja…
