Malam ini, saya coba
berdialektika dengan pikiran saya sendiri. Awalnya Cuma karena ada pertanyaan
sederhana dari seorang perempuan. “Bang, Etis gak kalau seorang perempuan
berkerudung tapi merokok?”. Saya pikir sebaik mungkin, mencoba untuk memisahkan
antara etika dan kepantasan juga tradisi.
Ya, pertanyaan yang
sederhana dengan jawaban yang sederhana pula. Dibeberapa film Indonesia yang
berbau religiusitas, sosok perempuan yang berkerudung banyak dikesankan sebagai
perempuan yang baik2. Padahal jika kita kembali menela’ah, apa kaitannya antara
kerudung dengan sikap seseorang? Tentu satu dengan hal yang lainnya berbeda.
Apa fungsi kerudung,
bukankah hanya untuk melindungi diri dari aurat yang dilarang untuk di
tampilkan oleh agama? Lalu apa salahnya perempuan berkerudung lalu dia merokok
dengan perempuan yang tidak berkerudung lalu dia merokok?. Bukankah
perbedaannya hanya sekedar kerudung saja? Iyaa kan??
Lalu kenapa tidak timbul
pertanyaan, apakah laki-laki yang merokok itu tidak etis?, kebanyakan dari
mereka menjawab etis-etis saja kok. Loh, kenapa laki-laki merokok di sebut etis
dan wanita merokok jadi tidak etis? Emang apa bedanya??. Apakah harus laki-laki
menggunakan kerudung dulu, baru dia dianggap tidak etis untuk merokok ditempat
umum? Aah ada-ada saja…